Penerapan Filsafat Sehari - hari
1.
A. Penerapan Filsafat
Sehari - hari
Pengetahhuan dalam kehidupan manusia membawa kecenderungan berpikir bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi dapat menyelesaikan
segala-galanya. Padahal terlalu sering terjadi bahwa problem yang ditimbulkan
oleh penerapan ilmu pengetahuan dan pemanfaatan teknologi
dalam kehidupan manusia sehari - hari bukanlah
problem-problem teknis ilmiah, melainkan problem yang mempunyai kandungan
moral.Masyarakat hidup dari, dengan, dan melalui hasil-hasil ilmu pengetahuan.
Ilmu pengetahuan dan
teknologi yang mungkin membuat semua pencapaian material dan ( sebagian ) yang non-material
di sekitar kita. Kemajuan yang dihasilkan oleh ilmu pengetahuan dalam
beberapa dasa warsa terakhir ini serta keberhasilan menerapkan
pandangan-pandangan dan temuan-temuannya, bukan hanya memperluas cakrawala dan
memperdalam kepahaman manusia mengenai alam semesta, tetapi juga telah
meningkatkan kemampuan kontrol manusia atas kekuatan alam bahkan atas
kesadaran manusia.
Kehidupan manusia membawa
kecenderungan berpikir bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi dapat menyelesaikan
segala-galanya. Padahal terlalu sering terjadi bahwa problem yang ditimbulkan
oleh penerapan ilmu pengetahuan dan pemanfaatan teknologi dalam kehidupan manusia sehari -hari bukanlah problem-problem
teknis ilmiah, melainkan problem yang mempunyai kandungan moral.
Masyarakat hidup dari,dengan, dan melalui hasil-hasil ilmu pengetahuan,
sehari-hari bukanlah problem-problem teknis ilmiah, melainkan problem yang
mempunyai kandungan moral.
Masyarakat
hidup dari, dengan, dan melalui hasil-hasil ilmu pengetahuan, tetapi ada sebuah
jurang yang dalamsekali antara apa yang secara teoretis dimengerti oleh
masyarakat, dapat diharapkan dan apa yangsungguh-sungguh tertera dalam
perwujudannya. Ketika ilmu pengetahuan dan metodenya diperkenalkan kemasyarakat
baik melalui pendidikan formal maupun non-formal. Berbicara tentang
landasan ...Era sekarang ini seringkali disebut-sebut sebagai era informasi,
namun sesungguhnya di belakang pernyataan ini secara implisit terkandung
pengertian mengenai era ilmu pengetahuan dan teknologi yang mungkin
membuatsemua pencapaian material dan ( sebagian ) yang non-material di sekitar
kita.Kemajuan yang dihasilkan oleh ilmu pengetahuan dalam beberapa dasawarsa
terakhir ini serta keberhasilan menerapkan menerapkanpandangan-pandangan dan
temuan-temuannya, bukan hanya memperluas cakrawala dan memperdalam kepahaman
manusia mengenai alam semesta, tetapi juga telah meningkatkan kemampuan
kontrol manusia ataskekuatan alam bahkan atas kesadaran manusia lainnya.
Kemajuan ilmu pengetahuan telah memberikan kepada manusia kekuasaan yang
semakin besar atas realitas.Tidak dapat disangkal bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi
membawa juga bersamanya berbagai problem baru yang memprihatinkan yang menuntut
kehendakuntuk menyelesaikan, serta sering kali tidak tertunda. Kedahsyatan
penerapan ilmu pengetahhuan dalam kehidupan manusia membawa kecenderungan
berpikir bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi dapat menyelesaikan
segala-galanya.Padahal terlalu sering terjadi bahwa problem yang ditimbulkan
oleh penerapan ilmu pengetahuan dan pemanfaatan teknologi dalam kehidupan
manusia sehari-hari bukanlah problem-problem teknis ilmiah, melainkan problem
yang mempunyai kandungan moral. Masyarakat hidup dari, dengan, dan melalui hasil-hasil
ilmu pengetahuan, tetapi ada sebuah jurang yang dalam sekali antara apa yang
secarateoretis dimengerti oleh masyarakat, dapat diharapkan dan apa yang
sungguh-sungguh tertera dalam perwujudannya
B. Filsafat Administrasi
Administrasi (dalam Sondang; 1991, 3), didefinisikan sebagai “keseluruhan
proses kerjasama antara dua orang manusia atau lebih yang didasarkan atas
rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya”.
Ada beberapa hal yang terkandung dalam devinisi di
atas.
Pertama, administrasi sebagai seni adalah suatu proses yang diketahui hanya
permulaannya sedang akhirnya tidak ada.
Kedua, administrasi mempunyai unsur – unsur tertentu,
yaitu:
·
adanya dua manusia atau lebih adanya tujuan yang
hendak dicapai,
·
adanya tugas atau tugas – tugas yang harus
dilaksanakan,
·
adanya
peralatan dan perlengkapan untuk melaksanakan tugas – tugas itu kedalam
golongan peralatan dan perlengkapan termasuk pula waktu, tempat, peralatan,
materi serta perlengkapan lainnya.
Ketiga, bahwa administrasi sebagai proses kerjasama
bukan merupakan hal yang baru karena ia telah timbul bersama – sama bukan
merupakan hal yan baru peradaban manusia. Tegasnya, administrasi sebagai “seni”
merupakan suatu social phenomenon (perwujudan, kejadian, dan
gejala natural).
Administrasi sebagai proses. Suatu
proses adalah suatu yang permulaannya diketahui akan tetapi akhirnya tidak
diketahui. Dengan demikian proses administrasi adalah suatu proses pelaksanaan
kegiatan – kegiatan tertentu yang dimulai sejak adanya dua orang yang
bersepakat untuk bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan tertentu pula.
Tentang unsur – unsur administrasi. Unsur – unsur (bagian – bagian yang mutlak)
dari Administrasi adalah:
(1) Dua orang
manusia atau lebih,
(2) Tujuan,
(3) Tugas yang
hendak dilaksanakan,
(4) Peralatan
dan Perlengkapan.
Mengenai unsur manusia, asumsi
penulis ialah bahwa seseorang tidak dapat “bekerja sama” dengan dirinya
sendiri. Karena itu harus ada orang lain yag secara sukarela atau dengan cara
lain diajak turut serta dalam proses kerjasama itu.
Sedikit tentang tujuan. Terlalu
sering orang beranggapan bahwa tujuan dari proses administrasi harus selalu ditentukan
oleh orang – orang yang bersangkutan langsung dengan proses itu. Hal ini
menurut pendapat penulis tidak benar.
Tujuan yang hendak dicapai dapat
ditentukan oleh semua orang yang langsung terlibat dalam proses administrasi
itu. Tujuan dapat pula ditentukan oleh hanya sebagian dan mungkin hanya
seseorang dari mereka yang terlibat. Akan tetapi tidak mungkin juga apabila
yang menentukan tujuan adalah pihak luar.
Tugas dan pelaksanaannya. Berbicara
mengenai tugas yang hendak dilaksanakan, sering pula orang beranggapan bahwa
proses administrasi baru timbul apabila ada kerjasama. Tidak demikian halnya.
Dengan perkataan lain, kerjasama bukan merupakan unsur administrasi. Meskipun
demikian perlu ditekankan bahwa pencapaian tujuan akan lebih efisien dan
ekonomis apabila semua orang yang terlibat mau bekerjasama satu sama lain. Akan
tetapi kerjasama pun misalnya dalam hal dipaksakan, proses administrasi dapat
terjadi, karena dengan paksaan proses administrasi dapat timbul. Kerjasama
dalam administrasi dapat digolongkan kepada dua golongan, yaitu kerjasama yang
ikhlas dan sukarela (voluntary cooperation) , dan kerjasama
yang dipaksakan (compulsoryatau antagonistic cooperation).
Peralatan dan perlengkapan. Peralatan dan perlengkapan yang diperlukan dalam
suatu proses administrasi tergantung dari berbagai faktor seperti:
(1) Jumlah
orang yang terlibat dalam proses itu,
(2) Sifat
tujuan yang hendak dicapai,
(3) Ruang lingkup serta aneka ragamnya tugas yang
hendak dijalankan, dan
(4) Sifat
kerjasama yang dapat diciptakan dan dikembangkan. Barangkali secara
“aksiomatis” dapat dikatakan bahwa semakin sedikit jumlah orang yang terlibat,
semakin sederhana tujuan yang hendak dilaksanakan, semakin sederhana pula
peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan.
2. Ruang
Lingkup Filsafat
Filsafat merupakan sekumpulan sikap
dan kepercayaan terhadap kehidupan dan alam yang baisanya diterima secara
kritis atau pemikiran terhadap kepercayaan dan sikap terhadap kepercayaan da
sikap yang sangat kita junjung tinggi.
Adapun menurut pendapat para ahli tentang ruang lingku
filsafat :
- Tentang hal mengerti, syarat-syaratnya dan
metode-metodenya.
- Tentang ada dan tidak ada.
- Tentang alam, dunia dan seisinya.
- Menentukan apa yang baik dan apa yang buruk.
- Hakikat manusia dan hubungannya dengan sesama
makhluk lainnya.
- Tuhan tidak dikecualikan.
Adapun ruang lingkup filsafat adalah
segala sesuatu lapangan pikiran manusia yang amat luat. Segala sesuatu yang
mungkin ada dan benar, benar ada (nyata), baik material konkrit maupun
nonmaterial abstrak (tidak terlihat). Jadi obyek filsafat itu tidak terbatas.
Objek pemikiran filsafat yaitu dalam ruang lingkup yang menjangkau permasalhan
kehidupan mausia, alam semesta dan alam sekitarnya adalah juga objek pemikiran
filsafat pendidikan.

1 Komentar:
goblog tulisannya diulang ulang
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda