PENGUASAAN DIRI UMAT KRISTEN
PENGUASAAN
DIRI
YULIUS GONO ATE
1322121001
1322121001
PRODI ILMU ADMINISTRASI NEGARA
JURUSAN ILMU ADMINISTRASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITK
UNIVERSITAS WARMADEWA
DENPASAR
2014
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat dan karunia-Nya akhirnya
Penulis dapat menyelesaikan paper ini dengan judul“ PENGUASAAN DIRI”.menjadi
salah satu tugas dalam mata kulia AGAMA
KRISTEN PROTESTAN Oleh karena itu, penyusunan paper ini bertujuan untuk menambah wawasan dan
pengetahuan para pembaca tentang beberapa hal yang dibahas dalam paper ini.
Dengan penuh kerendahan hati penulis
menyadari bahwa penyusunan paper ini masih belum sempurna. Hal ini karena
keterbatasan kemampan dan pengetahuan Penulis dalam penulisan tentang demokrasi
.Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya
membangun guna perbaikan dan kesempurnaan penulisan paper ini.
Ucapan terima kasih dan
penghargaan yang setinggi-tingginya juga.Penulis sampaikan kepada
yang terhormat :
1.Bapak Prof. Dr. I.Made Sukarsa.SE.MS
selaku Rektor Universitas Warmadewa Denpasar
2.Bapak Drs. I Wayan Sudemen,M.si.selaku
Dekan Fisipol Universitas Warmadewa Denpasar
3.Bapak Pdt. I Nyoman Sumajaya,S.Th.
Selaku dosen mata kulia AGAMA KRISTEN PROTESTAN
4.Seluruh Dosen dan Staf Karyawan Fisipol
Universitas Warmadewa Denpasar
5.Seluruh Mahasiswa/i Fakultas Fisipol
Universitas Warmadewa Denpasar
6.Semua pihak yang tidak dapat disebutkan
satu persatu yang telah membantu selama masa penyusunan sampai akhirnya dapat
menyelesaikan paper ini.
|
Akhir kata, semoga paper ini memberikan manfaat dan
semoga Tuhan Yang Maha Esa, Memberikan balasan yang berlipat ganda kepada semua
pihak yang telah membantu Penulis dalam menyelesaikan paper ini.
DAFTAR
ISI
Judul……………………………....………….....……….………………Halaman
Judul………………………………....………………........……………………….i
Kata Pengantar…….…………..…..…………….….......…...….…................….ii
Daftar Isi………...…………………........………………….......…........…..……iii
Bab I. Pendahuluan..............................................................................................4
a. Latar Belakang...........................................................................................4
b.
Tujuan.........................................................................................................4
c.
Pendekatan.................................................................................................4
a) Pribadi pemuda...................................................................................5
b) Factor orang tua..................................................................................6
c) pengaruh lingkungan..........................................................................7
Bab II. Dasar Teori............................................................................................8
Bab
III. Tinjauan
Teologi Sebagai Mahasiswa Kristen....................................9
Bab IV. Penutup...................................................................................................10
a. Kesimpulan...............................................................................................10
b. Saran..........................................................................................................10
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Dalam kehidupan sehari hari sering
kita temui berbagai macam situasi dan kondisi yang perlu di atasi dengan baik,
tidak semudah membalik telapak tangan untuk mengatasinya, oleh sebab itu pada
kesmpatan ini saya akan membahas salah satu faktor yang sulit untuk saya kuasai
dalam diri saya.
B.TUJUAN
Seperti yang kita bahwa bahwa dalam
tahun berganti semakin banyak pelanggran yang di lakukan remaja kepada orang
tua, kepada Tuhan, kepada sanak saudara, kepada teman sepergaulan, dan kepada
guru ataupun dosen yang mengajar merekan, makalah ini Bertujuan agar
menjadikan diri saya (seorang remaja/pemuda) yang lebih baik dalam
pengendalian diri khususnya tentang hawa nafsu , dan semoga dapat membantu
orang yang membaca makalah ini.
C.PENDEKATAN
Galatia 5:22-23 Tetapi buah Roh
ialah: Kasih, Suka cita, Damai sejahtera, Kesabaran, Kemurahan, Kebaikan,
Kesetiaan, Kelemahlembutan, Penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang
hal-hal itu.
1. Siapakah pemuda?
2. Hal-hal apa saja yang membuat pemuda
sering melakukan penyimpangan?
3. Apa sajakah yang membuat pemuda
Kristen betah hidup dalam dosa?
4. siapakah yang berperan penting dalam
membentuk karakter dan perilaku pemuda Kristen?
5. Solusi apa saja yang perlu di tempuh
agar dapat kembali ke jalan kristus?
1. Hal-hal apa saja yang membuat pemuda sering
melakukan penyimpangan?
Pemuda adalah individu yang memiliki
banyak potensi sama seperti saudara dan saya, potensi itu bisa kita tunjukan
dalam bidang olah raga, bidang organisasi, bidang informatika , bahkan bidang
mesin. Memang banyak para pemuda lebih berpotensi ke arah situ. Tapi tanpa
saudara sadari, ada beribu atau bahkan berjuta-juta yang mempunyai potensi yang
sama dalam bidang-bidang tersebut, ini bukan untuk menjatuhkan semangat maupun
kreatifitas saudara melainkan sebagai semangat yang patut di renungkan karna
apa?
Jika pemuda kehilangan sarana untuk mengembangkan potensinya kemudian beralih
pada aktivitas – aktivitas negatif seperti geng motor, tawuran, vandalisme, dan
narkoba dapat dipastikan generasi muda Indonesia akan hancur dan tidak mampu
memenuhi harapan masyarakat sebagai generasi yang akan memperbaiki bangsa untuk
menjadi lebih baik. Banyak kasus – kasus perilaku menyimpang yang dilakukan
pemuda. Baru – baru ini, kasus tawuran antar pemuda menjadi trending topik yang
hangat dibicarakan sekaligus membuat masyarakat tercengang. Pemuda atau remaja
berpakaian seragam sekolah melakukan tawuran dengan menggunakan senjata tajam
di kota Jakarta, dan yang lebih parah lagi, tawuran tersebut menimbulkan korban
jiwa.
Kalau sudah seperti itu saudara
sudah kalah dalam kenyataan, potensi yang saudara miliki memang ada, tapi
tertutup oleh karakter yang buruk. Orang yang bekerja di kantor belum tentu
lebih pintar dari pemuda-pemuda saat ini, tapi karakter kadang menunjukan
seberapa besar potensi seseorang dalam bekerja.
2. Apa sajakah yang
membuat pemuda Kristen betah hidup dalam dosa?
Yang pertama adalah adanya kelompok-kelompok yang satu
sisi bermanfaat maupun tidak dalam kehidupan pemuda tersebut, sehingga tak
jarang pemuda tersebut lebih tertarik ke hal yang negative dalam kelompok
tersebut di tambah lagi dengan rasa kebersamaan yang sudah lama di bangun dalam
kelompok tersebut.
3. Siapakah yang berperan penting dalam membentuk
karakter dan perilaku pemuda Kristen?
a.
Pribadi pemuda
Manusia itu memang condong pada
dosa. Untuk menjadi jahat tidak perlu diajar. Tetapi untuk menjadi baik, perlu,
harus, butuh pelajaran, nasehat, bimbingan, pertolongan, sebab ini “jalan naik”
yang sempit dan sulit.
Pada saat remaja mereka mengalami
macam-macam perubahan yang besar-besar, baik secara fisik (puber), secara
kejiwaan (mereka merasa dirinya menjadi dewasa) mulai mengerti macam-macam
perkara, mempunyai ratio dan kritis. Kalau di sini mereka masih belum direbut
dari tangan setan dan dunia, maka terhilanglah mereka dalam jalannya sendiri
yang dosa dan menuju kepada kerusakan. Kalau seandainya masa remajanya adalah
seorang pribadi yang taat melaksanakan hal yang baik, kelak ketika menjadi
seorang pemuda tak akan susah bagi dia menjadi pribadi yang taat, tapi kalau
ngak jahat itu ngak ada cerita noh .
b.
Factor orang tua
Faktor yang kedua ini kadang menjadi
alasan khas para pemuda yang hidup dalam dosa. Ya kalau di tinjau kembali
memang peran orang tua dalam mendidik anak tumbuh dan berkembang adalah
satu-satunya hal yang menentukan sikap dan perilaku anak tersebut kedepannya
nanti. (Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa
tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu).
Beberapa factor dari orang tua adalah:
v Kurang di didik orang tua.
v Broken home.
v Kurang hubungan baik di antara anak
dan orang tua.
c. pengaruh lingkungan
Biasa di dapatkan dari teman bermain, tetangga
sekitar rumah, oleh Karena itu orang tua harus sangat memperhatikan pergaulan
anak-anaknya. Baik kalau anak-anak dapat bersikap terbuka terhadap orang tua,
sehingga si anak mau melaporkan semua yang dialaminya kepada orang tuanya.
4. Solusi apa saja
yang perlu di tempuh agar dapat kembali ke jalan kristus?
a. Pada saat remaja hendaklah Orang
tua, Gereja, (sekolah) perlu bersama-sama merebut anak-anak remaja ini bagi
Tuhan. Beri perhatian, kesempatan, fasilitas yang baik dengan doa yang
bersungguh-sungguh supaya dapat membantu mereka memilih jalan sempit yang
selamat di dalam Tuhan Yesus.
b. Pendidikan itu harus secara jasmani
dan rohani. Kanak-kanak jasmani dan kanak-kanak rohani keduanya belum banyak
mengerti rohani, mereka lebih mudah mengerti pendidikan jasmani. Biasanya yang
mula-mula itu pendidikan jasmani lalu makin lama makin banyak pendidikan
yang rohani.
c. Hubungan baik antara anak-orang tua
harus :
1) Di Jaga
2) Di Pelihara
3) Di Buat \ Di Adakan
Jangan sampai hubungan ini rusak apa
lagi putus. Adakanlah waktu untuk bertemu bersama, baik di dalam rumah, di luar
rumah, dimana saja, cari kesempatan. Buatlah kebaktian keluarga yang relaks
bersama-sama, ini sangat berfaedah membina hubungan baik dalam keluarga dan
hasilnya sangat manis! Kalau kebaktian keluarga hidup, pasti ada hubungan baik.
Memelihara hubu-ngan baik paling mudah dan nikmat kalau semua sama-sama
bergairah di dalam Tuhan. Tetapi bagaimanapun juga kebaktian keluarga perlu
diadakan paling sedikit satu kali setiap minggu.
v Percayalah Pada Allah.
1. Percayalah pada Allah bahwa anda
akan di ubah menurut kehendak Allah sendiri.
2. Markus 11:22. Yesus menjawab mereka:
“Percayalah kepada Allah”. Tidak ada barang mustahil bagi orang yang pecaya.
3. Milikilah pedang roh, yaitu satu
ayat di alkitab yang mewakilkanmu untuk bertaubat.
4. Berjalanlah dalam Roh dan jadilah
saksi yang hidup bagi saudara- saudara yang hidup dalam terang maupun dalam
gelap.
5. Mintalah saudara saudara seiman
untuk saling menguatkan dan saling membantu mencari jiwa-jiwa yang tersesat
suapaya hidup bersama Allah.
Bab II
DASAR TEORI
Galatia 5:22-23 Tetapi buah Roh
ialah: Kasih, Suka cita, Damai sejahtera, Kesabaran, Kemurahan, Kebaikan,
Kesetiaan, Kelemahlembutan, Penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang
hal-hal itu.
Firman ini ternyata
adalah fundamen dasar pada prinsip hidup dan pola pikir positif. Banyak orang
di dunia memaparkannya secara panjang lebar di buku, koran dan majalah dalam
bentuk tulisan tulisan berisi pendangan positif dan motivasi, otobiografi,
kisah sukses yang nyata hingga rubrik tanya jawab di televisi dalam bentuk
reality show, entertain edukatif dan konstukitf dan lain lain.
Di radio dalam acara
dialog dan siaran lainnya. Seminar atau kegiatan kegiatan outbond, lagu lagu
hingga film dan berbagai media lainnya. Selain alasan industri dan perdagangan,
orang orang di balik semua media tersebut sangat memahami tingkat keberhasilan
prinsip-prinsip Galatia 5:22-23 dan bahkan mengalaminya secara luar biasa.
Kehidupan keluarga sukses berkecukupan, damai sejahtera penuh suka cita, murah
hati dan terbebas dari kejaran hukum serta dekat serta bergaul karib dan takut
dengan Tuhan. Meskipun sudah sangat jarang, tapi orang-orang seperti ini masih
dapat kita temui. Coba ingat ingat lagi beberapa orang yang pernah kita temui
atau kenal secara pribadi.
Penyebab kesuksesnnya
adalah menghindar tanpa kompromi terhadap apa yang tertulis di Galatia 5:19-21
dan pengenalan secara utuh juga kuat serta menyadari dengan sunggh-sungguh apa
yang tertulis di Galatia 5:22-23 dan menerapkannya dalam sikap dan pola pikir
serta prinsip hidup positif yang takut akan Tuhan.
Bab III
TINJAUAN TEOLOGI SEBAGAI MAHASISWA
KRISTEN
Tinjauannya di mulai dari:
Menurut alkitab penguasaan diri (bahasa Yunani:
prautes, bahasa Latin: modestia, bahasa Inggris: gentleness, meekness, modesty).
Kata Yunani "egkrateia" [engkrateia]
bermakna "mempunyai kuasa atas" (kata dasar "krat-" seperti
pada kata "demokrat", yang berarti "pemerintahan"), atau
"kepemilikan atas kelakuan sendiri."[16] Kata yang sama dipergunakan
oleh rasul Petrus dalam suratnya yang kedua pasal 1:5-7
"Justru karena itu kamu harus dengan
sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada
kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada
penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan
kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan
semua orang.
Bab IV
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Pengendalian diri sangat di butuhkan
pada diri manusia, karena tanpa pengendalian diri manusia bisa hancur. Saat
manusia berada di atas, saat manusia berada di bawah manusia harus bisa
mengendalikan dirinya. Jika manusia berada di bawah dan tidak ada pengendalian
diri, maka kehidupannya tidak akan bertambah baik, malah semakin hancur. Begitu
juga saat manusia berada diatas jika tidak ada pengendalian diri, Ia pun
bisa jatuh.
Sebagai ilustrasi jika manusia
berada di bawah pasti akan merasa susah untuk mewujudkan keinginannya,bahkan
tidak bisa, jika tidak ada pengendalian diri maka bisa saja mengambil jalan
pintas dan berbuat kejahatan, jika sudah berbuat kejahatan sudah pasti hidupnya
semakin hancur. Begitu juga dengan manusia jika sudah berada di atas (sudah
sukses) jika tidak ada pengendalian diri, maka dia bisa jatuh kembali.
Terkadang manusia jika sudah sukses banyak keinginannya, karena dia merasa
mampu, seperti ingin mempunyai rumah mewah, mobil mewah bahkan yg negatif
memboroskan uangnya untuk yang tidak perlu, judi misalnya, ini pasti akan
membawa manusia tersebut kembali pada kehancuran.
Pada dasarnya sifat manusia tidak
pernah puas, tetapi harus di imbangi oleh pengendalian diri, dengan adanya
pengendalian diri bisa membawa kita lebih maju lagi. Dengan adanya pengendalian
diri di dalam diri kita, hidup kita akan lebih tenang.
B. SARAN
Tuhan itu adil, panjang sabar dan
penuh kasih setia, namun tidak ada orang yang tau pasti maksud dari adil,
panjang sabar dan penuh kasih setia yang Tuhan miliki. Tidak saya, tidak
saudara-saudara pembaca, dan orang-orang percaya lainya, yang tau itu hanya
Tuhan sendiri. Kita sebagai ciptaannya hendaklah membuatNYA banyak-banyak
tersenyum, sebab jika ciptaan itu tidak enak di pandang, pastilah akan di
hancurkan dan di tempa kembali.
PENGUASAAN
DIRI
![]() |
KANIS JAGA LIMU
NPM.1422121006
PRODI ILMU ADMINISTRASI NEGARA
JURUSAN ILMU ADMINISTRASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITK
UNIVERSITAS WARMADEWA
DENPASAR
2014
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat dan karunia-Nya akhirnya
Penulis dapat menyelesaikan paper ini dengan judul“ PENGUASAAN DIRI”.menjadi
salah satu tugas dalam mata kulia AGAMA
KRISTEN PROTESTAN Oleh karena itu, penyusunan paper ini bertujuan untuk menambah wawasan dan
pengetahuan para pembaca tentang beberapa hal yang dibahas dalam paper ini.
Dengan penuh kerendahan hati penulis
menyadari bahwa penyusunan paper ini masih belum sempurna. Hal ini karena
keterbatasan kemampan dan pengetahuan Penulis dalam penulisan tentang demokrasi
.Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya
membangun guna perbaikan dan kesempurnaan penulisan paper ini.
Ucapan terima kasih dan
penghargaan yang setinggi-tingginya juga.Penulis sampaikan kepada
yang terhormat :
1.Bapak Prof. Dr. I.Made Sukarsa.SE.MS
selaku Rektor Universitas Warmadewa Denpasar
2.Bapak Drs. I Wayan Sudemen,M.si.selaku
Dekan Fisipol Universitas Warmadewa Denpasar
3.Bapak Pdt. I Nyoman Sumajaya,S.Th.
Selaku dosen mata kulia AGAMA KRISTEN PROTESTAN
4.Seluruh Dosen dan Staf Karyawan Fisipol
Universitas Warmadewa Denpasar
5.Seluruh Mahasiswa/i Fakultas Fisipol
Universitas Warmadewa Denpasar
6.Semua pihak yang tidak dapat disebutkan
satu persatu yang telah membantu selama masa penyusunan sampai akhirnya dapat
menyelesaikan paper ini.
|
Akhir kata, semoga paper ini memberikan manfaat dan
semoga Tuhan Yang Maha Esa, Memberikan balasan yang berlipat ganda kepada semua
pihak yang telah membantu Penulis dalam menyelesaikan paper ini.
DAFTAR
ISI
Judul……………………………....………….....……….………………Halaman
Judul………………………………....………………........……………………….i
Kata Pengantar…….…………..…..…………….….......…...….…................….ii
Daftar Isi………...…………………........………………….......…........…..……iii
Bab I. Pendahuluan..............................................................................................4
a. Latar Belakang...........................................................................................4
b.
Tujuan.........................................................................................................4
c.
Pendekatan.................................................................................................4
a) Pribadi pemuda...................................................................................5
b) Factor orang tua..................................................................................6
c) pengaruh lingkungan..........................................................................7
Bab II. Dasar Teori............................................................................................8
Bab
III. Tinjauan
Teologi Sebagai Mahasiswa Kristen....................................9
Bab IV. Penutup...................................................................................................10
a. Kesimpulan...............................................................................................10
b. Saran..........................................................................................................10
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Dalam kehidupan sehari hari sering
kita temui berbagai macam situasi dan kondisi yang perlu di atasi dengan baik,
tidak semudah membalik telapak tangan untuk mengatasinya, oleh sebab itu pada
kesmpatan ini saya akan membahas salah satu faktor yang sulit untuk saya kuasai
dalam diri saya.
B.TUJUAN
Seperti yang kita bahwa bahwa dalam
tahun berganti semakin banyak pelanggran yang di lakukan remaja kepada orang
tua, kepada Tuhan, kepada sanak saudara, kepada teman sepergaulan, dan kepada
guru ataupun dosen yang mengajar merekan, makalah ini Bertujuan agar
menjadikan diri saya (seorang remaja/pemuda) yang lebih baik dalam
pengendalian diri khususnya tentang hawa nafsu , dan semoga dapat membantu
orang yang membaca makalah ini.
C.PENDEKATAN
Galatia 5:22-23 Tetapi buah Roh
ialah: Kasih, Suka cita, Damai sejahtera, Kesabaran, Kemurahan, Kebaikan,
Kesetiaan, Kelemahlembutan, Penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang
hal-hal itu.
1. Siapakah pemuda?
2. Hal-hal apa saja yang membuat pemuda
sering melakukan penyimpangan?
3. Apa sajakah yang membuat pemuda
Kristen betah hidup dalam dosa?
4. siapakah yang berperan penting dalam
membentuk karakter dan perilaku pemuda Kristen?
5. Solusi apa saja yang perlu di tempuh
agar dapat kembali ke jalan kristus?
1. Hal-hal apa saja yang membuat pemuda sering
melakukan penyimpangan?
Pemuda adalah individu yang memiliki
banyak potensi sama seperti saudara dan saya, potensi itu bisa kita tunjukan
dalam bidang olah raga, bidang organisasi, bidang informatika , bahkan bidang
mesin. Memang banyak para pemuda lebih berpotensi ke arah situ. Tapi tanpa
saudara sadari, ada beribu atau bahkan berjuta-juta yang mempunyai potensi yang
sama dalam bidang-bidang tersebut, ini bukan untuk menjatuhkan semangat maupun
kreatifitas saudara melainkan sebagai semangat yang patut di renungkan karna
apa?
Jika pemuda kehilangan sarana untuk mengembangkan potensinya kemudian beralih
pada aktivitas – aktivitas negatif seperti geng motor, tawuran, vandalisme, dan
narkoba dapat dipastikan generasi muda Indonesia akan hancur dan tidak mampu
memenuhi harapan masyarakat sebagai generasi yang akan memperbaiki bangsa untuk
menjadi lebih baik. Banyak kasus – kasus perilaku menyimpang yang dilakukan
pemuda. Baru – baru ini, kasus tawuran antar pemuda menjadi trending topik yang
hangat dibicarakan sekaligus membuat masyarakat tercengang. Pemuda atau remaja
berpakaian seragam sekolah melakukan tawuran dengan menggunakan senjata tajam
di kota Jakarta, dan yang lebih parah lagi, tawuran tersebut menimbulkan korban
jiwa.
Kalau sudah seperti itu saudara
sudah kalah dalam kenyataan, potensi yang saudara miliki memang ada, tapi
tertutup oleh karakter yang buruk. Orang yang bekerja di kantor belum tentu
lebih pintar dari pemuda-pemuda saat ini, tapi karakter kadang menunjukan
seberapa besar potensi seseorang dalam bekerja.
2. Apa sajakah yang
membuat pemuda Kristen betah hidup dalam dosa?
Yang pertama adalah adanya kelompok-kelompok yang satu
sisi bermanfaat maupun tidak dalam kehidupan pemuda tersebut, sehingga tak
jarang pemuda tersebut lebih tertarik ke hal yang negative dalam kelompok
tersebut di tambah lagi dengan rasa kebersamaan yang sudah lama di bangun dalam
kelompok tersebut.
3. Siapakah yang berperan penting dalam membentuk
karakter dan perilaku pemuda Kristen?
a.
Pribadi pemuda
Manusia itu memang condong pada
dosa. Untuk menjadi jahat tidak perlu diajar. Tetapi untuk menjadi baik, perlu,
harus, butuh pelajaran, nasehat, bimbingan, pertolongan, sebab ini “jalan naik”
yang sempit dan sulit.
Pada saat remaja mereka mengalami
macam-macam perubahan yang besar-besar, baik secara fisik (puber), secara
kejiwaan (mereka merasa dirinya menjadi dewasa) mulai mengerti macam-macam
perkara, mempunyai ratio dan kritis. Kalau di sini mereka masih belum direbut
dari tangan setan dan dunia, maka terhilanglah mereka dalam jalannya sendiri
yang dosa dan menuju kepada kerusakan. Kalau seandainya masa remajanya adalah
seorang pribadi yang taat melaksanakan hal yang baik, kelak ketika menjadi
seorang pemuda tak akan susah bagi dia menjadi pribadi yang taat, tapi kalau
ngak jahat itu ngak ada cerita noh .
b.
Factor orang tua
Faktor yang kedua ini kadang menjadi
alasan khas para pemuda yang hidup dalam dosa. Ya kalau di tinjau kembali
memang peran orang tua dalam mendidik anak tumbuh dan berkembang adalah
satu-satunya hal yang menentukan sikap dan perilaku anak tersebut kedepannya
nanti. (Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa
tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu).
Beberapa factor dari orang tua adalah:
v Kurang di didik orang tua.
v Broken home.
v Kurang hubungan baik di antara anak
dan orang tua.
c. pengaruh lingkungan
Biasa di dapatkan dari teman bermain, tetangga
sekitar rumah, oleh Karena itu orang tua harus sangat memperhatikan pergaulan
anak-anaknya. Baik kalau anak-anak dapat bersikap terbuka terhadap orang tua,
sehingga si anak mau melaporkan semua yang dialaminya kepada orang tuanya.
4. Solusi apa saja
yang perlu di tempuh agar dapat kembali ke jalan kristus?
a. Pada saat remaja hendaklah Orang
tua, Gereja, (sekolah) perlu bersama-sama merebut anak-anak remaja ini bagi
Tuhan. Beri perhatian, kesempatan, fasilitas yang baik dengan doa yang
bersungguh-sungguh supaya dapat membantu mereka memilih jalan sempit yang
selamat di dalam Tuhan Yesus.
b. Pendidikan itu harus secara jasmani
dan rohani. Kanak-kanak jasmani dan kanak-kanak rohani keduanya belum banyak
mengerti rohani, mereka lebih mudah mengerti pendidikan jasmani. Biasanya yang
mula-mula itu pendidikan jasmani lalu makin lama makin banyak pendidikan
yang rohani.
c. Hubungan baik antara anak-orang tua
harus :
1) Di Jaga
2) Di Pelihara
3) Di Buat \ Di Adakan
Jangan sampai hubungan ini rusak apa
lagi putus. Adakanlah waktu untuk bertemu bersama, baik di dalam rumah, di luar
rumah, dimana saja, cari kesempatan. Buatlah kebaktian keluarga yang relaks
bersama-sama, ini sangat berfaedah membina hubungan baik dalam keluarga dan
hasilnya sangat manis! Kalau kebaktian keluarga hidup, pasti ada hubungan baik.
Memelihara hubu-ngan baik paling mudah dan nikmat kalau semua sama-sama
bergairah di dalam Tuhan. Tetapi bagaimanapun juga kebaktian keluarga perlu
diadakan paling sedikit satu kali setiap minggu.
v Percayalah Pada Allah.
1. Percayalah pada Allah bahwa anda
akan di ubah menurut kehendak Allah sendiri.
2. Markus 11:22. Yesus menjawab mereka:
“Percayalah kepada Allah”. Tidak ada barang mustahil bagi orang yang pecaya.
3. Milikilah pedang roh, yaitu satu
ayat di alkitab yang mewakilkanmu untuk bertaubat.
4. Berjalanlah dalam Roh dan jadilah
saksi yang hidup bagi saudara- saudara yang hidup dalam terang maupun dalam
gelap.
5. Mintalah saudara saudara seiman
untuk saling menguatkan dan saling membantu mencari jiwa-jiwa yang tersesat
suapaya hidup bersama Allah.
Bab II
DASAR TEORI
Galatia 5:22-23 Tetapi buah Roh
ialah: Kasih, Suka cita, Damai sejahtera, Kesabaran, Kemurahan, Kebaikan,
Kesetiaan, Kelemahlembutan, Penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang
hal-hal itu.
Firman ini ternyata
adalah fundamen dasar pada prinsip hidup dan pola pikir positif. Banyak orang
di dunia memaparkannya secara panjang lebar di buku, koran dan majalah dalam
bentuk tulisan tulisan berisi pendangan positif dan motivasi, otobiografi,
kisah sukses yang nyata hingga rubrik tanya jawab di televisi dalam bentuk
reality show, entertain edukatif dan konstukitf dan lain lain.
Di radio dalam acara
dialog dan siaran lainnya. Seminar atau kegiatan kegiatan outbond, lagu lagu
hingga film dan berbagai media lainnya. Selain alasan industri dan perdagangan,
orang orang di balik semua media tersebut sangat memahami tingkat keberhasilan
prinsip-prinsip Galatia 5:22-23 dan bahkan mengalaminya secara luar biasa.
Kehidupan keluarga sukses berkecukupan, damai sejahtera penuh suka cita, murah
hati dan terbebas dari kejaran hukum serta dekat serta bergaul karib dan takut
dengan Tuhan. Meskipun sudah sangat jarang, tapi orang-orang seperti ini masih
dapat kita temui. Coba ingat ingat lagi beberapa orang yang pernah kita temui
atau kenal secara pribadi.
Penyebab kesuksesnnya
adalah menghindar tanpa kompromi terhadap apa yang tertulis di Galatia 5:19-21
dan pengenalan secara utuh juga kuat serta menyadari dengan sunggh-sungguh apa
yang tertulis di Galatia 5:22-23 dan menerapkannya dalam sikap dan pola pikir
serta prinsip hidup positif yang takut akan Tuhan.
Bab III
TINJAUAN TEOLOGI SEBAGAI MAHASISWA
KRISTEN
Tinjauannya di mulai dari:
Menurut alkitab penguasaan diri (bahasa Yunani:
prautes, bahasa Latin: modestia, bahasa Inggris: gentleness, meekness, modesty).
Kata Yunani "egkrateia" [engkrateia]
bermakna "mempunyai kuasa atas" (kata dasar "krat-" seperti
pada kata "demokrat", yang berarti "pemerintahan"), atau
"kepemilikan atas kelakuan sendiri."[16] Kata yang sama dipergunakan
oleh rasul Petrus dalam suratnya yang kedua pasal 1:5-7
"Justru karena itu kamu harus dengan
sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada
kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada
penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan
kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan
semua orang.
Bab IV
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Pengendalian diri sangat di butuhkan
pada diri manusia, karena tanpa pengendalian diri manusia bisa hancur. Saat
manusia berada di atas, saat manusia berada di bawah manusia harus bisa
mengendalikan dirinya. Jika manusia berada di bawah dan tidak ada pengendalian
diri, maka kehidupannya tidak akan bertambah baik, malah semakin hancur. Begitu
juga saat manusia berada diatas jika tidak ada pengendalian diri, Ia pun
bisa jatuh.
Sebagai ilustrasi jika manusia
berada di bawah pasti akan merasa susah untuk mewujudkan keinginannya,bahkan
tidak bisa, jika tidak ada pengendalian diri maka bisa saja mengambil jalan
pintas dan berbuat kejahatan, jika sudah berbuat kejahatan sudah pasti hidupnya
semakin hancur. Begitu juga dengan manusia jika sudah berada di atas (sudah
sukses) jika tidak ada pengendalian diri, maka dia bisa jatuh kembali.
Terkadang manusia jika sudah sukses banyak keinginannya, karena dia merasa
mampu, seperti ingin mempunyai rumah mewah, mobil mewah bahkan yg negatif
memboroskan uangnya untuk yang tidak perlu, judi misalnya, ini pasti akan
membawa manusia tersebut kembali pada kehancuran.
Pada dasarnya sifat manusia tidak
pernah puas, tetapi harus di imbangi oleh pengendalian diri, dengan adanya
pengendalian diri bisa membawa kita lebih maju lagi. Dengan adanya pengendalian
diri di dalam diri kita, hidup kita akan lebih tenang.
B. SARAN
Tuhan itu adil, panjang sabar dan
penuh kasih setia, namun tidak ada orang yang tau pasti maksud dari adil,
panjang sabar dan penuh kasih setia yang Tuhan miliki. Tidak saya, tidak
saudara-saudara pembaca, dan orang-orang percaya lainya, yang tau itu hanya
Tuhan sendiri. Kita sebagai ciptaannya hendaklah membuatNYA banyak-banyak
tersenyum, sebab jika ciptaan itu tidak enak di pandang, pastilah akan di
hancurkan dan di tempa kembali.



0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda