Selasa, 04 November 2014

PENGUASAAN DIRI UMAT KRISTEN

PENGUASAAN DIRI







 


















YULIUS GONO ATE
1322121001






PRODI ILMU ADMINISTRASI NEGARA
JURUSAN ILMU ADMINISTRASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITK
UNIVERSITAS WARMADEWA
DENPASAR
2014
KATA PENGANTAR
         Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat dan karunia-Nya akhirnya Penulis dapat menyelesaikan paper ini dengan judul“ PENGUASAAN DIRI”.menjadi salah satu tugas dalam mata kulia AGAMA KRISTEN PROTESTAN Oleh karena itu, penyusunan  paper ini bertujuan untuk menambah wawasan dan pengetahuan para pembaca tentang beberapa hal yang dibahas dalam paper ini.
Dengan penuh kerendahan hati penulis menyadari bahwa penyusunan paper ini masih belum sempurna. Hal ini karena keterbatasan kemampan dan pengetahuan Penulis dalam penulisan tentang demokrasi .Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun guna perbaikan dan kesempurnaan penulisan paper ini.
Ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya juga.Penulis sampaikan kepada yang terhormat :
1.Bapak Prof. Dr. I.Made Sukarsa.SE.MS selaku Rektor Universitas Warmadewa Denpasar
2.Bapak Drs. I Wayan Sudemen,M.si.selaku Dekan Fisipol Universitas Warmadewa Denpasar
3.Bapak Pdt. I Nyoman Sumajaya,S.Th. Selaku dosen mata kulia AGAMA KRISTEN PROTESTAN
4.Seluruh Dosen dan Staf Karyawan Fisipol Universitas Warmadewa Denpasar
5.Seluruh Mahasiswa/i Fakultas Fisipol Universitas Warmadewa Denpasar
6.Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah membantu selama masa penyusunan sampai akhirnya dapat menyelesaikan paper ini.

Denpasar,     November 2014

Penulis

 
Akhir kata, semoga paper ini memberikan manfaat dan semoga Tuhan Yang Maha Esa, Memberikan balasan yang berlipat ganda kepada semua pihak yang telah membantu Penulis dalam menyelesaikan paper ini.


DAFTAR ISI

Judul……………………………....………….....……….………………Halaman
Judul………………………………....………………........……………………….i
Kata Pengantar…….…………..…..…………….….......…...….…................….ii
Daftar Isi………...…………………........………………….......…........…..……iii
Bab   I. Pendahuluan..............................................................................................4
a.      Latar Belakang...........................................................................................4
b.      Tujuan.........................................................................................................4
c.       Pendekatan.................................................................................................4
a)      Pribadi pemuda...................................................................................5
b)     Factor orang tua..................................................................................6
c)      pengaruh lingkungan..........................................................................7

Bab  II.    Dasar Teori............................................................................................8

 Bab III. Tinjauan Teologi Sebagai Mahasiswa Kristen....................................9

Bab IV. Penutup...................................................................................................10
a.      Kesimpulan...............................................................................................10
b.      Saran..........................................................................................................10


















BAB I

PENDAHULUAN


A. LATAR BELAKANG

Dalam kehidupan sehari hari sering kita temui berbagai macam situasi dan kondisi yang perlu di atasi dengan baik, tidak semudah membalik telapak tangan untuk mengatasinya, oleh sebab itu pada kesmpatan ini saya akan membahas salah satu faktor yang sulit untuk saya kuasai dalam diri saya.

B.TUJUAN

Seperti yang kita bahwa bahwa dalam tahun berganti semakin banyak pelanggran yang di lakukan remaja kepada orang tua, kepada Tuhan, kepada sanak saudara, kepada teman sepergaulan, dan kepada guru ataupun dosen yang mengajar merekan, makalah ini  Bertujuan agar menjadikan diri saya (seorang remaja/pemuda) yang  lebih baik dalam pengendalian diri khususnya tentang hawa nafsu , dan semoga dapat membantu orang yang membaca makalah ini.


C.PENDEKATAN

Galatia 5:22-23 Tetapi buah Roh ialah: Kasih, Suka cita, Damai sejahtera, Kesabaran, Kemurahan, Kebaikan, Kesetiaan, Kelemahlembutan, Penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

1.      Siapakah pemuda?
2.      Hal-hal apa saja yang membuat pemuda sering melakukan penyimpangan?
3.      Apa sajakah yang membuat pemuda Kristen betah hidup dalam dosa?
4.      siapakah yang berperan penting dalam membentuk karakter dan perilaku pemuda Kristen?
5.      Solusi apa saja yang perlu di tempuh agar dapat kembali ke jalan kristus?


1. Hal-hal apa saja yang membuat pemuda sering melakukan penyimpangan?

Pemuda adalah individu yang memiliki banyak potensi sama seperti saudara dan saya, potensi itu bisa kita tunjukan dalam bidang olah raga, bidang organisasi, bidang informatika , bahkan bidang mesin. Memang banyak para pemuda lebih berpotensi ke arah situ. Tapi tanpa saudara sadari, ada beribu atau bahkan berjuta-juta yang mempunyai potensi yang sama dalam bidang-bidang tersebut, ini bukan untuk menjatuhkan semangat maupun kreatifitas saudara melainkan sebagai semangat yang patut di renungkan karna apa?



          Jika pemuda kehilangan sarana untuk mengembangkan potensinya kemudian beralih pada aktivitas – aktivitas negatif seperti geng motor, tawuran, vandalisme, dan narkoba dapat dipastikan generasi muda Indonesia akan hancur dan tidak mampu memenuhi harapan masyarakat sebagai generasi yang akan memperbaiki bangsa untuk menjadi lebih baik. Banyak kasus – kasus perilaku menyimpang yang dilakukan pemuda. Baru – baru ini, kasus tawuran antar pemuda menjadi trending topik yang hangat dibicarakan sekaligus membuat masyarakat tercengang. Pemuda atau remaja berpakaian seragam sekolah melakukan tawuran dengan menggunakan senjata tajam di kota Jakarta, dan yang lebih parah lagi, tawuran tersebut menimbulkan korban jiwa.

Kalau sudah seperti itu saudara sudah kalah dalam kenyataan, potensi yang saudara miliki memang ada, tapi tertutup oleh karakter yang buruk. Orang yang bekerja di kantor belum tentu lebih pintar dari pemuda-pemuda saat ini, tapi karakter kadang menunjukan seberapa besar potensi seseorang dalam bekerja.

2.      Apa sajakah yang membuat pemuda Kristen betah hidup dalam dosa?

Yang pertama adalah adanya kelompok-kelompok yang satu sisi bermanfaat maupun tidak dalam kehidupan pemuda tersebut, sehingga tak jarang pemuda tersebut lebih tertarik ke hal yang negative dalam kelompok tersebut di tambah lagi dengan rasa kebersamaan yang sudah lama di bangun dalam kelompok tersebut.
3. Siapakah yang berperan penting dalam membentuk karakter dan perilaku pemuda Kristen?

a.        Pribadi pemuda

Manusia itu memang condong pada dosa. Untuk menjadi jahat tidak perlu diajar. Tetapi untuk menjadi baik, perlu, harus, butuh pelajaran, nasehat, bimbingan, pertolongan, sebab ini “jalan naik” yang sempit dan sulit.

Pada saat remaja mereka mengalami macam-macam perubahan yang besar-besar, baik secara fisik (puber), secara kejiwaan (mereka merasa dirinya menjadi dewasa) mulai mengerti macam-macam perkara, mempunyai ratio dan kritis. Kalau di sini mereka masih belum direbut dari tangan setan dan dunia, maka terhilanglah mereka dalam jalannya sendiri yang dosa dan menuju kepada kerusakan. Kalau seandainya masa remajanya adalah seorang pribadi yang taat melaksanakan hal yang baik, kelak ketika menjadi seorang pemuda tak akan susah bagi dia menjadi pribadi yang taat, tapi kalau ngak jahat itu ngak ada cerita noh .







b.        Factor orang tua

Faktor yang kedua ini kadang menjadi alasan khas para pemuda yang hidup dalam dosa. Ya kalau di tinjau kembali memang peran orang tua dalam mendidik anak tumbuh dan berkembang adalah satu-satunya hal yang menentukan sikap dan perilaku anak tersebut kedepannya nanti. (Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu).

Beberapa factor dari orang tua adalah:

v  Kurang di didik orang tua.
v  Broken home.
v  Kurang hubungan baik di antara anak dan orang tua.


c.    pengaruh lingkungan

 Biasa di dapatkan dari teman bermain, tetangga sekitar rumah, oleh Karena itu orang tua harus sangat memperhatikan pergaulan anak-anaknya. Baik kalau anak-anak dapat bersikap terbuka terhadap orang tua, sehingga si anak mau melaporkan semua yang dialaminya kepada orang tuanya.


4.      Solusi apa saja yang perlu di tempuh agar dapat kembali ke jalan kristus?

a.       Pada saat remaja hendaklah Orang tua, Gereja, (sekolah) perlu bersama-sama merebut anak-anak remaja ini bagi Tuhan. Beri perhatian, kesempatan, fasilitas yang baik dengan doa yang bersungguh-sungguh supaya dapat membantu mereka memilih jalan sempit yang selamat di dalam Tuhan Yesus.

b.      Pendidikan itu harus secara jasmani dan rohani. Kanak-kanak jasmani dan kanak-kanak rohani keduanya belum banyak mengerti rohani, mereka lebih mudah mengerti pendidikan jasmani. Biasanya yang mula-mula itu pendidikan jasmani lalu makin  lama makin banyak pendidikan yang rohani.

c.       Hubungan baik antara anak-orang tua harus :

1)    Di Jaga
2)    Di Pelihara
3)    Di Buat \ Di Adakan




     Jangan sampai hubungan ini rusak apa lagi putus. Adakanlah waktu untuk bertemu bersama, baik di dalam rumah, di luar rumah, dimana saja, cari kesempatan. Buatlah kebaktian keluarga yang relaks bersama-sama, ini sangat berfaedah membina hubungan baik dalam keluarga dan hasilnya sangat manis! Kalau kebaktian keluarga hidup, pasti ada hubungan baik. Memelihara hubu-ngan baik paling mudah dan nikmat kalau semua sama-sama bergairah di dalam Tuhan. Tetapi bagaimanapun juga kebaktian keluarga perlu diadakan paling sedikit satu kali setiap minggu.


v  Percayalah Pada Allah.

1.      Percayalah pada Allah bahwa anda akan di ubah menurut kehendak Allah sendiri.
2.      Markus 11:22. Yesus menjawab mereka: “Percayalah kepada Allah”. Tidak ada barang mustahil bagi orang yang pecaya.

3.      Milikilah pedang roh, yaitu satu ayat di alkitab yang mewakilkanmu untuk bertaubat.

4.      Berjalanlah dalam Roh dan jadilah saksi yang hidup bagi saudara- saudara yang hidup dalam terang maupun dalam gelap.

5.      Mintalah saudara saudara seiman untuk saling menguatkan dan saling membantu mencari jiwa-jiwa yang tersesat suapaya hidup bersama Allah. 























Bab II
DASAR TEORI


Galatia 5:22-23 Tetapi buah Roh ialah: Kasih, Suka cita, Damai sejahtera, Kesabaran, Kemurahan, Kebaikan, Kesetiaan, Kelemahlembutan, Penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

      Firman ini ternyata adalah fundamen dasar pada prinsip hidup dan pola pikir positif. Banyak orang di dunia memaparkannya secara panjang lebar di buku, koran dan majalah dalam bentuk tulisan tulisan berisi pendangan positif dan motivasi, otobiografi, kisah sukses yang nyata hingga rubrik tanya jawab di televisi dalam bentuk reality show, entertain edukatif dan konstukitf dan lain lain.


      Di radio dalam acara dialog dan siaran lainnya. Seminar atau kegiatan kegiatan outbond, lagu lagu hingga film dan berbagai media lainnya. Selain alasan industri dan perdagangan, orang orang di balik semua media tersebut sangat memahami tingkat keberhasilan prinsip-prinsip Galatia 5:22-23 dan bahkan mengalaminya secara luar biasa. Kehidupan keluarga sukses berkecukupan, damai sejahtera penuh suka cita, murah hati dan terbebas dari kejaran hukum serta dekat serta bergaul karib dan takut dengan Tuhan. Meskipun sudah sangat jarang, tapi orang-orang seperti ini masih dapat kita temui. Coba ingat ingat lagi beberapa orang yang pernah kita temui atau kenal secara pribadi.

      Penyebab kesuksesnnya adalah menghindar tanpa kompromi terhadap apa yang tertulis di Galatia 5:19-21 dan pengenalan secara utuh juga kuat serta menyadari dengan sunggh-sungguh apa yang tertulis di Galatia 5:22-23 dan menerapkannya dalam sikap dan pola pikir serta prinsip hidup positif yang takut akan Tuhan.


















Bab III

TINJAUAN TEOLOGI SEBAGAI MAHASISWA KRISTEN


Tinjauannya di mulai dari:

Menurut alkitab penguasaan diri (bahasa Yunani: prautes, bahasa Latin: modestia, bahasa Inggris: gentleness, meekness, modesty).
Kata Yunani "egkrateia" [engkrateia] bermakna "mempunyai kuasa atas" (kata dasar "krat-" seperti pada kata "demokrat", yang berarti "pemerintahan"), atau "kepemilikan atas kelakuan sendiri."[16] Kata yang sama dipergunakan oleh rasul Petrus dalam suratnya yang kedua pasal 1:5-7

"Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang.





























Bab IV

 PENUTUP

A.      KESIMPULAN

Pengendalian diri sangat di butuhkan pada diri manusia, karena tanpa pengendalian diri manusia bisa hancur. Saat manusia berada di atas, saat manusia berada di bawah manusia harus bisa mengendalikan dirinya. Jika manusia berada di bawah dan tidak ada pengendalian diri, maka kehidupannya tidak akan bertambah baik, malah semakin hancur. Begitu juga saat manusia berada diatas jika tidak ada pengendalian diri,  Ia pun bisa jatuh.

Sebagai ilustrasi jika manusia berada di bawah pasti akan merasa susah untuk mewujudkan keinginannya,bahkan tidak bisa, jika tidak ada pengendalian diri maka bisa saja mengambil jalan pintas dan berbuat kejahatan, jika sudah berbuat kejahatan sudah pasti hidupnya semakin hancur. Begitu juga dengan manusia jika sudah berada di atas (sudah sukses) jika tidak ada pengendalian diri, maka dia bisa jatuh kembali. Terkadang manusia jika sudah sukses banyak keinginannya, karena dia merasa mampu, seperti ingin mempunyai rumah mewah, mobil mewah bahkan yg negatif memboroskan uangnya untuk yang tidak perlu, judi misalnya, ini pasti akan membawa manusia tersebut kembali pada kehancuran.

Pada dasarnya sifat manusia tidak pernah puas, tetapi harus di imbangi oleh pengendalian diri, dengan adanya pengendalian diri bisa membawa kita lebih maju lagi. Dengan adanya pengendalian diri di dalam diri kita, hidup kita akan lebih tenang.


B.  SARAN

Tuhan itu adil, panjang sabar dan penuh kasih setia, namun tidak ada orang yang tau pasti maksud dari adil, panjang sabar dan penuh kasih setia  yang Tuhan miliki. Tidak saya, tidak saudara-saudara pembaca, dan orang-orang percaya lainya, yang tau itu hanya Tuhan sendiri. Kita sebagai ciptaannya hendaklah membuatNYA banyak-banyak tersenyum, sebab jika ciptaan itu tidak enak di pandang, pastilah akan di hancurkan dan di tempa kembali.
                                                                        


 PENGUASAAN DIRI







 
















KANIS JAGA LIMU
NPM.1422121006






PRODI ILMU ADMINISTRASI NEGARA
JURUSAN ILMU ADMINISTRASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITK
UNIVERSITAS WARMADEWA
DENPASAR
2014
KATA PENGANTAR
         Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat dan karunia-Nya akhirnya Penulis dapat menyelesaikan paper ini dengan judul“ PENGUASAAN DIRI”.menjadi salah satu tugas dalam mata kulia AGAMA KRISTEN PROTESTAN Oleh karena itu, penyusunan  paper ini bertujuan untuk menambah wawasan dan pengetahuan para pembaca tentang beberapa hal yang dibahas dalam paper ini.
Dengan penuh kerendahan hati penulis menyadari bahwa penyusunan paper ini masih belum sempurna. Hal ini karena keterbatasan kemampan dan pengetahuan Penulis dalam penulisan tentang demokrasi .Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun guna perbaikan dan kesempurnaan penulisan paper ini.
Ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya juga.Penulis sampaikan kepada yang terhormat :
1.Bapak Prof. Dr. I.Made Sukarsa.SE.MS selaku Rektor Universitas Warmadewa Denpasar
2.Bapak Drs. I Wayan Sudemen,M.si.selaku Dekan Fisipol Universitas Warmadewa Denpasar
3.Bapak Pdt. I Nyoman Sumajaya,S.Th. Selaku dosen mata kulia AGAMA KRISTEN PROTESTAN
4.Seluruh Dosen dan Staf Karyawan Fisipol Universitas Warmadewa Denpasar
5.Seluruh Mahasiswa/i Fakultas Fisipol Universitas Warmadewa Denpasar
6.Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah membantu selama masa penyusunan sampai akhirnya dapat menyelesaikan paper ini.

Denpasar,     November 2014

Penulis

 
Akhir kata, semoga paper ini memberikan manfaat dan semoga Tuhan Yang Maha Esa, Memberikan balasan yang berlipat ganda kepada semua pihak yang telah membantu Penulis dalam menyelesaikan paper ini.


DAFTAR ISI

Judul……………………………....………….....……….………………Halaman
Judul………………………………....………………........……………………….i
Kata Pengantar…….…………..…..…………….….......…...….…................….ii
Daftar Isi………...…………………........………………….......…........…..……iii
Bab   I. Pendahuluan..............................................................................................4
a.      Latar Belakang...........................................................................................4
b.      Tujuan.........................................................................................................4
c.       Pendekatan.................................................................................................4
a)      Pribadi pemuda...................................................................................5
b)     Factor orang tua..................................................................................6
c)      pengaruh lingkungan..........................................................................7

Bab  II.    Dasar Teori............................................................................................8

 Bab III. Tinjauan Teologi Sebagai Mahasiswa Kristen....................................9

Bab IV. Penutup...................................................................................................10
a.      Kesimpulan...............................................................................................10
b.      Saran..........................................................................................................10


















BAB I

PENDAHULUAN


A. LATAR BELAKANG

Dalam kehidupan sehari hari sering kita temui berbagai macam situasi dan kondisi yang perlu di atasi dengan baik, tidak semudah membalik telapak tangan untuk mengatasinya, oleh sebab itu pada kesmpatan ini saya akan membahas salah satu faktor yang sulit untuk saya kuasai dalam diri saya.

B.TUJUAN

Seperti yang kita bahwa bahwa dalam tahun berganti semakin banyak pelanggran yang di lakukan remaja kepada orang tua, kepada Tuhan, kepada sanak saudara, kepada teman sepergaulan, dan kepada guru ataupun dosen yang mengajar merekan, makalah ini  Bertujuan agar menjadikan diri saya (seorang remaja/pemuda) yang  lebih baik dalam pengendalian diri khususnya tentang hawa nafsu , dan semoga dapat membantu orang yang membaca makalah ini.


C.PENDEKATAN

Galatia 5:22-23 Tetapi buah Roh ialah: Kasih, Suka cita, Damai sejahtera, Kesabaran, Kemurahan, Kebaikan, Kesetiaan, Kelemahlembutan, Penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

1.      Siapakah pemuda?
2.      Hal-hal apa saja yang membuat pemuda sering melakukan penyimpangan?
3.      Apa sajakah yang membuat pemuda Kristen betah hidup dalam dosa?
4.      siapakah yang berperan penting dalam membentuk karakter dan perilaku pemuda Kristen?
5.      Solusi apa saja yang perlu di tempuh agar dapat kembali ke jalan kristus?


1. Hal-hal apa saja yang membuat pemuda sering melakukan penyimpangan?

Pemuda adalah individu yang memiliki banyak potensi sama seperti saudara dan saya, potensi itu bisa kita tunjukan dalam bidang olah raga, bidang organisasi, bidang informatika , bahkan bidang mesin. Memang banyak para pemuda lebih berpotensi ke arah situ. Tapi tanpa saudara sadari, ada beribu atau bahkan berjuta-juta yang mempunyai potensi yang sama dalam bidang-bidang tersebut, ini bukan untuk menjatuhkan semangat maupun kreatifitas saudara melainkan sebagai semangat yang patut di renungkan karna apa?



          Jika pemuda kehilangan sarana untuk mengembangkan potensinya kemudian beralih pada aktivitas – aktivitas negatif seperti geng motor, tawuran, vandalisme, dan narkoba dapat dipastikan generasi muda Indonesia akan hancur dan tidak mampu memenuhi harapan masyarakat sebagai generasi yang akan memperbaiki bangsa untuk menjadi lebih baik. Banyak kasus – kasus perilaku menyimpang yang dilakukan pemuda. Baru – baru ini, kasus tawuran antar pemuda menjadi trending topik yang hangat dibicarakan sekaligus membuat masyarakat tercengang. Pemuda atau remaja berpakaian seragam sekolah melakukan tawuran dengan menggunakan senjata tajam di kota Jakarta, dan yang lebih parah lagi, tawuran tersebut menimbulkan korban jiwa.

Kalau sudah seperti itu saudara sudah kalah dalam kenyataan, potensi yang saudara miliki memang ada, tapi tertutup oleh karakter yang buruk. Orang yang bekerja di kantor belum tentu lebih pintar dari pemuda-pemuda saat ini, tapi karakter kadang menunjukan seberapa besar potensi seseorang dalam bekerja.

2.      Apa sajakah yang membuat pemuda Kristen betah hidup dalam dosa?

Yang pertama adalah adanya kelompok-kelompok yang satu sisi bermanfaat maupun tidak dalam kehidupan pemuda tersebut, sehingga tak jarang pemuda tersebut lebih tertarik ke hal yang negative dalam kelompok tersebut di tambah lagi dengan rasa kebersamaan yang sudah lama di bangun dalam kelompok tersebut.
3. Siapakah yang berperan penting dalam membentuk karakter dan perilaku pemuda Kristen?

a.        Pribadi pemuda

Manusia itu memang condong pada dosa. Untuk menjadi jahat tidak perlu diajar. Tetapi untuk menjadi baik, perlu, harus, butuh pelajaran, nasehat, bimbingan, pertolongan, sebab ini “jalan naik” yang sempit dan sulit.

Pada saat remaja mereka mengalami macam-macam perubahan yang besar-besar, baik secara fisik (puber), secara kejiwaan (mereka merasa dirinya menjadi dewasa) mulai mengerti macam-macam perkara, mempunyai ratio dan kritis. Kalau di sini mereka masih belum direbut dari tangan setan dan dunia, maka terhilanglah mereka dalam jalannya sendiri yang dosa dan menuju kepada kerusakan. Kalau seandainya masa remajanya adalah seorang pribadi yang taat melaksanakan hal yang baik, kelak ketika menjadi seorang pemuda tak akan susah bagi dia menjadi pribadi yang taat, tapi kalau ngak jahat itu ngak ada cerita noh .







b.        Factor orang tua

Faktor yang kedua ini kadang menjadi alasan khas para pemuda yang hidup dalam dosa. Ya kalau di tinjau kembali memang peran orang tua dalam mendidik anak tumbuh dan berkembang adalah satu-satunya hal yang menentukan sikap dan perilaku anak tersebut kedepannya nanti. (Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu).

Beberapa factor dari orang tua adalah:

v  Kurang di didik orang tua.
v  Broken home.
v  Kurang hubungan baik di antara anak dan orang tua.


c.    pengaruh lingkungan

 Biasa di dapatkan dari teman bermain, tetangga sekitar rumah, oleh Karena itu orang tua harus sangat memperhatikan pergaulan anak-anaknya. Baik kalau anak-anak dapat bersikap terbuka terhadap orang tua, sehingga si anak mau melaporkan semua yang dialaminya kepada orang tuanya.


4.      Solusi apa saja yang perlu di tempuh agar dapat kembali ke jalan kristus?

a.       Pada saat remaja hendaklah Orang tua, Gereja, (sekolah) perlu bersama-sama merebut anak-anak remaja ini bagi Tuhan. Beri perhatian, kesempatan, fasilitas yang baik dengan doa yang bersungguh-sungguh supaya dapat membantu mereka memilih jalan sempit yang selamat di dalam Tuhan Yesus.

b.      Pendidikan itu harus secara jasmani dan rohani. Kanak-kanak jasmani dan kanak-kanak rohani keduanya belum banyak mengerti rohani, mereka lebih mudah mengerti pendidikan jasmani. Biasanya yang mula-mula itu pendidikan jasmani lalu makin  lama makin banyak pendidikan yang rohani.

c.       Hubungan baik antara anak-orang tua harus :

1)    Di Jaga
2)    Di Pelihara
3)    Di Buat \ Di Adakan




     Jangan sampai hubungan ini rusak apa lagi putus. Adakanlah waktu untuk bertemu bersama, baik di dalam rumah, di luar rumah, dimana saja, cari kesempatan. Buatlah kebaktian keluarga yang relaks bersama-sama, ini sangat berfaedah membina hubungan baik dalam keluarga dan hasilnya sangat manis! Kalau kebaktian keluarga hidup, pasti ada hubungan baik. Memelihara hubu-ngan baik paling mudah dan nikmat kalau semua sama-sama bergairah di dalam Tuhan. Tetapi bagaimanapun juga kebaktian keluarga perlu diadakan paling sedikit satu kali setiap minggu.


v  Percayalah Pada Allah.

1.      Percayalah pada Allah bahwa anda akan di ubah menurut kehendak Allah sendiri.
2.      Markus 11:22. Yesus menjawab mereka: “Percayalah kepada Allah”. Tidak ada barang mustahil bagi orang yang pecaya.

3.      Milikilah pedang roh, yaitu satu ayat di alkitab yang mewakilkanmu untuk bertaubat.

4.      Berjalanlah dalam Roh dan jadilah saksi yang hidup bagi saudara- saudara yang hidup dalam terang maupun dalam gelap.

5.      Mintalah saudara saudara seiman untuk saling menguatkan dan saling membantu mencari jiwa-jiwa yang tersesat suapaya hidup bersama Allah. 























Bab II
DASAR TEORI


Galatia 5:22-23 Tetapi buah Roh ialah: Kasih, Suka cita, Damai sejahtera, Kesabaran, Kemurahan, Kebaikan, Kesetiaan, Kelemahlembutan, Penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

      Firman ini ternyata adalah fundamen dasar pada prinsip hidup dan pola pikir positif. Banyak orang di dunia memaparkannya secara panjang lebar di buku, koran dan majalah dalam bentuk tulisan tulisan berisi pendangan positif dan motivasi, otobiografi, kisah sukses yang nyata hingga rubrik tanya jawab di televisi dalam bentuk reality show, entertain edukatif dan konstukitf dan lain lain.


      Di radio dalam acara dialog dan siaran lainnya. Seminar atau kegiatan kegiatan outbond, lagu lagu hingga film dan berbagai media lainnya. Selain alasan industri dan perdagangan, orang orang di balik semua media tersebut sangat memahami tingkat keberhasilan prinsip-prinsip Galatia 5:22-23 dan bahkan mengalaminya secara luar biasa. Kehidupan keluarga sukses berkecukupan, damai sejahtera penuh suka cita, murah hati dan terbebas dari kejaran hukum serta dekat serta bergaul karib dan takut dengan Tuhan. Meskipun sudah sangat jarang, tapi orang-orang seperti ini masih dapat kita temui. Coba ingat ingat lagi beberapa orang yang pernah kita temui atau kenal secara pribadi.

      Penyebab kesuksesnnya adalah menghindar tanpa kompromi terhadap apa yang tertulis di Galatia 5:19-21 dan pengenalan secara utuh juga kuat serta menyadari dengan sunggh-sungguh apa yang tertulis di Galatia 5:22-23 dan menerapkannya dalam sikap dan pola pikir serta prinsip hidup positif yang takut akan Tuhan.


















Bab III

TINJAUAN TEOLOGI SEBAGAI MAHASISWA KRISTEN


Tinjauannya di mulai dari:

Menurut alkitab penguasaan diri (bahasa Yunani: prautes, bahasa Latin: modestia, bahasa Inggris: gentleness, meekness, modesty).
Kata Yunani "egkrateia" [engkrateia] bermakna "mempunyai kuasa atas" (kata dasar "krat-" seperti pada kata "demokrat", yang berarti "pemerintahan"), atau "kepemilikan atas kelakuan sendiri."[16] Kata yang sama dipergunakan oleh rasul Petrus dalam suratnya yang kedua pasal 1:5-7

"Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang.





























Bab IV

 PENUTUP

A.      KESIMPULAN

Pengendalian diri sangat di butuhkan pada diri manusia, karena tanpa pengendalian diri manusia bisa hancur. Saat manusia berada di atas, saat manusia berada di bawah manusia harus bisa mengendalikan dirinya. Jika manusia berada di bawah dan tidak ada pengendalian diri, maka kehidupannya tidak akan bertambah baik, malah semakin hancur. Begitu juga saat manusia berada diatas jika tidak ada pengendalian diri,  Ia pun bisa jatuh.

Sebagai ilustrasi jika manusia berada di bawah pasti akan merasa susah untuk mewujudkan keinginannya,bahkan tidak bisa, jika tidak ada pengendalian diri maka bisa saja mengambil jalan pintas dan berbuat kejahatan, jika sudah berbuat kejahatan sudah pasti hidupnya semakin hancur. Begitu juga dengan manusia jika sudah berada di atas (sudah sukses) jika tidak ada pengendalian diri, maka dia bisa jatuh kembali. Terkadang manusia jika sudah sukses banyak keinginannya, karena dia merasa mampu, seperti ingin mempunyai rumah mewah, mobil mewah bahkan yg negatif memboroskan uangnya untuk yang tidak perlu, judi misalnya, ini pasti akan membawa manusia tersebut kembali pada kehancuran.

Pada dasarnya sifat manusia tidak pernah puas, tetapi harus di imbangi oleh pengendalian diri, dengan adanya pengendalian diri bisa membawa kita lebih maju lagi. Dengan adanya pengendalian diri di dalam diri kita, hidup kita akan lebih tenang.


B.  SARAN

Tuhan itu adil, panjang sabar dan penuh kasih setia, namun tidak ada orang yang tau pasti maksud dari adil, panjang sabar dan penuh kasih setia  yang Tuhan miliki. Tidak saya, tidak saudara-saudara pembaca, dan orang-orang percaya lainya, yang tau itu hanya Tuhan sendiri. Kita sebagai ciptaannya hendaklah membuatNYA banyak-banyak tersenyum, sebab jika ciptaan itu tidak enak di pandang, pastilah akan di hancurkan dan di tempa kembali.
                                                                        


0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda